Kebakaran Hebat di Sekitar SPBU Margomulyo Surabaya

Kebakaran hebat terjadi di dekat SPBU Jalan Margomulyo, Surabaya, Minggu (24/1/2021). Api yang belum diketahui sumbernya ini membuat warga sekitar dan pengendara terkejut hingga lalu lintas sekitar lokasi menjadi macet.

Menurut petugas pemadam kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 18.45. Laporan ditindaklanjuti dengan mengirimkan 10 unit mobil damkar dari pos induk Pasar Turi dan pos unit Damkar Margomulyo.
Sebanyak 10 unit lebih Mobil Pemadam Kebakaran yang terjun di lokasi harus berjibaku memadmkan api yang membumbung tinggi dan berpotensi membakar SPBU.bUntuk memadamkan api petugas mengepung api minimal sebanyak 5 titik penyemprotan. Langkah tersebut mengantisipasi perembetan api ke titik lain.

“Kemungkinan ada pipa gas yang bocor. Kita masih melakukan pemadaman. Nanti kita data terkait kebakaran ini,” lanjutnya.

Sempat terjadi letupan api pada kebakaran pipa di dekat SPBU Margomulyo, Surabaya. Bahkan, petugas pmadam kebakaran yang berusaha memadamkan api sempat lari berhamburan menyelamatkan diri.

Kebakaran yang terjadi dan merambat ke beberapa titik di sekitar SPBU ini membuat kaget warga dan pengendara. Bagaimana tidak, petugas yang memadamkan api ini juga harus waspada jika terjadi letupan lain.

Bambang Vistadi, Kepala Bidang Operasional Dinas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya telah menerjunkan 10 unit lebih mobil pemadam kebakaran. Hingga saat ini petugas masih memadamkan api di sekitar SPBU Margomulyo ini.

“Benar sudah dalam penanganan petugas pemadam. Ada 10 unit lebih mobil damkar kita terjunkan,. Dan api baru bisa dikuasai sekitar pukul 20.30. Petugas masih melakukan pembasahan,” jelasnya.

Terpisah Hammalsyahan Manajer Humas Perusahaan Gas Negara (PGN) Jawa Timur memastikan bahwa objek yang terbakar bukan pipa PGN.

“Kami sudah memonitor secara online dan secara fisik. Setelah ada laporan dari Command Center 112, kami full team ke sana. Ternyata pipa kami aman-aman saja,”kata Hammalsyahan.

 

Sumber Klik Jatim

PKS Kehilangan Kader Terbaiknya, Ustadz Ibnu Shobir Meninggal

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke rahmatullah Ustadz H. Ibnu Shobir pada hari Selasa, 8 Desember 2020 pukul 09.00 karena sakit.

Almarhum adalah Anggota DPRD Kota Surabaya dari PKS. Wakil Ketua Badan Pembentukan Perda DPRD Kota Surabaya. Ketua Bidang Pembinaan Keummatan dan Dakwah DPW PKS Jawa Timur 2015-2019.

Almarhum wafat pada usia 52 Tahun. Meninggalkan seorang istri dan 6 orang putra-putri.

Semasa hidup, almarhum adalah da’i, mubaligh, pendidik, dan juga pemimpin dan pelayan rakyat. Beliau menjadi Ketua Umum DPD PKS Kota Surabaya pada tahun 2010-2015. Lalu Ketua Bidang Pembangunan Keummatan dan Dakwah DPW PKS Jatim pada tahun 2015-2019.

Almarhum menjadi Anggota DPRD Kota Surabaya dari PKS pada masa jabatan 2014-2019. Dan kembali diamanahi rakyat menjadi Anggota DPRD Kota Surabaya periode 2019-2024, dipercaya sebagai Wakil Ketua Bapemperda DPRD Kota Surabaya.

Concernnya pada dunia pendidikan dibaktikan dengan menjadi guru, kepala sekolah, hingga pengurus organisasi profesi. Saat menjadi Anggota DPRD pun, beliau ditempatkan di Komisi D yang membidangi persoalan pendidikan.

Perjuangan yang sedang beliau lakukan saat ini sebagai Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah adalah membentuk Perda Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. Almarhum sangat menginginkan agar warga miskin di Kota Surabaya benar-benar dapat ditanggulangi hingga angka yang terkecil sehingga warga kota mendapatkan kesejahteraan secara merata.

Hubungannya yang dekat dengan berbagai kalangan, khususnya para Ulama’, dilatarbelakangi sosoknya sebagai seorang santri lulusan Pesantren Darul Ulum, Peterongan, Jombang.

Pembawaan yang tenang, murah senyum, dan lembut dalam menyampaikan dakwah membuat jama’ah pengajiannya beragam. Mulai ibu-ibu di kampung, hingga para karyawan dan direksi di perkantoran.

Sebagai pemimpin di partai, almarhum memiliki kharisma yang membuat arahannya terasa tegas dan dapat dipahami oleh para anggotanya.

Selamat Jalan Ustadz Ibnu Shobir, semoga kita semua dapat dipertemukan kembali di Jannah-Nya.

Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamin.

 

Dikutip dari Jatim.PKS.id

Profesor ITS Dibegal Saat Gowes di Kenjeran Surabaya

Guru Besar Manajemen Bisnis dan Teknik Industri, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Prof Dr Ir Udisubakti Ciptomulyono MEngSc menjadi korban begal saat gowes. Ia dibegal sekitar pukul 07.00 WIB di kawasan Kenjeran Park (Kenpark).

Prof Udi mengatakan, ia dibegal saat tengah istirahat di sela dirinya gowes. Seketika muncul 2 orang yang mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi dan mengambil HP-nya.
“Saya kehilangan HP Samsung A8, kartu bank, KTP, NPWP, banyak lah. Data saya ada di sana semua (di HP). Kegiatan mahasiswa, laporan, jadwal tugas mahasiswa,” kata Prof Udi mengutip detikcom, Rabu (18/11/2020).

Prof Udi juga mengatakan, ia tidak membawa dompet saat gowes. Namun kartu-kartu pentingnya itu ditaruh di case HP. “Di case HP saya itu ada seperti card holder untuk penyimpanan kartu. Saya nggak pernah bawa dompet,” imbuhnya.

Setelah kehilangan barangnya, Prof Udi langsung pulang ke rumah. Kemudian ia pergi ke Polsek Kenjeran untuk membuat laporan kehilangan.”Iya saya langsung melaporkan ke kantor polisi,” terangya.

Sementara itu, Kapolsek Kenjeran Kompol Esti Setija Oetami mengatakan, korban saat itu sedang gowes, lalu kemudian ia foto-foto di kawasan tersebut. Setelah itu, tiba-tiba datang pelaku dan langsung merampas handphone dan tas korban.

“Bermula dia kan foto-foto di depan Kenpark itu. Kemudian habis foto itu mungkin dia mau ngirim foto atau upload foto itu dan kemudian langsung dirampas,” ungkapnya

Kompol Esti menambahkan, pihaknya belum mengetahui soal jumlah pelaku. Polisi masih menunggu korban membuat laporan secara resmi.

“Saya juga belum tahu pelakunya ada berapa. Karena memang belum diperiksa lebih lanjut. Nanti kalau dia sudah lapor secara resmi baru kita periksa lebih lanjut,” pungkasnya.

Zona Oranye Surabaya Masih Perlu Kewaspadaan

Ketua Rumpun Kuratif Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur dr. Joni Wahyuhadi menyebut pewarnaan risiko di Surabaya yang kini telah berganti menjadi oranye atau daerah dengan risiko sedang masih tetap harus diwasapadai.

“Pewarnaan berdasarkan zona ini untuk memudahkan orang melihat risiko penularan, misalnya risiko sedang warna oranye, bukan berarti orang tidak bisa tertular, tentu masih bisa karena kasusnya masih ada,” katanya, Selasa (11/8/2020).

Bahkan, kata Joni, jika suatu daerah itupun zonanya sudah berwarna hijau, masyarakat masih harus tetap berhati-hati yang berarti protokol kesehatan tetap harus ditegakkan.

“Bahkan di zona hijau pun, bisa jadi ada strain (virus) yang baru aktif lebih dari dua minggu, jadi masih ada potensi penularan,” katanya.

Joni menjelaskan pewarnaan risiko setiap daerah ini sudah ditentukan Gugus Tugas pusat. Ada 15 kriteria dalam pewarnaan risiko atau zonasi tingkat risiko itu yang terbagi dalam 3 faktor besar, yakni epidemiologi, surveilans, dan pelayanan kesehatan.

“Dari sisi epidemiologi yang paling penting, misalnya yang nilainya paling banyak 10 persen itu penurunan jumlah meninggal, jadi bukan kasus kumulatifnya,” katanya.

Joni menambahkan, dalam evaluasi situasi penularan Covid-19 ini baru bisa dikatakan menurun selama 14 hari atau dua pekan.

Diketahui, zonasi risiko Kota Surabaya kini sudah berwarna oranye alias risiko sedang seperti yang muncul dalam laman covid19.go.id . Padahal Surabaya merupakan daerah dengan jumlah kasus terbesar.

Adapun berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Jatim, hingga 10 Agustus 2020 tercatat kumulatif sebanyak 25.262 kasus positif. Dari jumlah tersebut sebanyak 18.417 orang telah sembuh atau setara 71,86 persen, lalu sebanyak 5.213 orang masih dirawat atau 20,75 persen, serta meninggal dunia 1.894 orang atau 7,39 persen.

PSBB Jilid 3, Semoga Happy Ending

 

Hari ini melalui KepGub no.188/258/KPTS/013/2020, PSBB Surabaya diperpanjang bersama Gresik dan Sidoarjo.
Berdasar data Pemkot Surabaya per 24 Mei 2020, jumlah positif Covid-19 sebanyak 1975, sembuh 175, meninggal 172. Surabaya terbanyak se Jawa Timur. Sekitar 50% positif Covid-19 Jawa Timur itu dari Surabaya.

Kita akan memasuki PSBB jilid 3. Saya mengamati dinamika pro kontra perpanjangan PSBB Surabaya jilid 3 ini. Kekurangefektifan jilid 1 dan jilid 2 dalam pelaksanaan dan pengaruh PSBB yang belum berhasil melandaikan kurva menjadi bahasan panjang di grup-grup sosmed. Pendapat dan saran warga dari berbagai elemen masyarakat perlu diperhatikan.
Tidak salah jika banyak yang meragukan apa bisa jilid 3 nanti lebih baik, apa bedanya dengan jilid 1 dan jilid 2?? Apa tidak makin susah perekonomian warga?

PSBB jilid 3 sudah diputuskan melalui Keputusan Gubernur. Peraturan perundang-undangan pun masih berlaku mulai PP 21 th 2020, Permenkes 9 th 2020, Pergub 18 th 2020, Perwali 16 th 2020. Artinya PSBB secara aturan masih ada dan belum ada aturan PerUU yang merelaksasi.

Atas keraguan bisakah PSBB Surabaya jilid 3 berjalan efektif, menjadi tanggung jawab bersama utamanya pemerintah daerah yang membuat aturan dan punya kewenangan menegakkan aturan.

PSBB Surabaya Jilid 3 harus dijalankan berbekal analisa dan evaluasi detail mendalam PSBB jilid 1 dan 2. Jika implementasinya tidak beda dengan jiid 1 dan 2, dikhawatirkan warga akan apatis dan akhirnya cuek, tentu ini akan menjadi kendala penanganan Covid-19 karena keterlibatan dan disiplin warga merupakan faktor yang sangat penting. Hakekatnya warga akan manut jika ada edukasi, pengayoman dan penegakan yang jelas dan konsisten.

Mengharmonisasikan aspek utama yaitu kesehatan, sosial dan ekonomi memang bukan hal yang mudah, perlu kerja keras dan terpadu. Juga perlunya sinergi penanganan dengan berbagai pihak serta support pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

reni astuti

reni astuti

Pelibatan RW melalui Kampung Wani Covid-19 perlu diapresiasi namun bukan berarti pengalihan tanggung jawab pelaksanaan tugas gugus covid, RW hanya membantu. Arahan dan tugas-tugas penanganan tetap menjadi tanggung jawab pemerintah.

PSBB yang sudah membawa dampak pada sektor sosial dan ekonomi harus benar mampu mengendalikan laju penyebaran Covid-19. Transparansi atas upaya yang sudah dilakukan pemkot juga penting untuk makin menguatkan kesadaran kolektif warga kota agar makin semangat bersama mengendalikan penyebaran Covid-19.

Semoga PSBB tak lagi berjilid-jilid. Jilid 3 terakhir dan happy ending.
Aamiin…

Surabaya, 25 Mei 2020

Reni Astuti