Kronologi Ambruknya Girder Tol Pasuruan Versi Polisi

0

AKBP Rizal Martono Kapolres Pasuruan Kota menjelaskan, kecelakaan proyek nasional pengerjaan tol Pasuruan-Probolinggo terjadi di over STA 4 kilometer 4,5 yang termasuk wilayah penghubung Desa Plososari dan Desa Cukurgondang, Kecamatan Grati.

“Kejadiannya sekitar pukul 09.45 WIB. Saat itu di lokasi ada 17 orang pekerja dari PT Waskita sebagai pemenang tender proyek pengerjaan Tol Pasuruan – Probolinggo. Bekerjasama dengan sub kontrak PT Pancang Sakti,” kata AKBP Rizal Martono, dalam keterangan pers di Polres Pasuruan Kota, Minggu (29/10/2017).

Perwira yang pernah dinas di Polda DIY ini menjelaskan, sebelum terjadi insiden Kecelakaan kerja pihak Waskita dan PT Pancang Sakti sudah melakukan pengerjaan dengan memasang tiga girder itu pada Sabtu (28/10/2017) pagi hingga sore, dan menurut keterangan yang dia dapat, tidak terjadi masalah.

Pengerjaan dilanjutkan kembali pada Minggu (29/10/2010) sekitar pukul 08.30 WIB. Proses selanjutnya, memasang girder keempat. Pada saat dilakukan pemasangan blok girder, pada sekitar pukul 09.30 WIB, terjadi insiden Kecelakaan kerja itu.

Girder keempat pada saat pemasangan goyang. Hal ini menyebabkan girder itu roboh mengenai girder satu, dua, dan tiga, yang sudah terpasang sejak Sabtu (28/10/2017) kemarin.

“Seharusnya girder itu sudah terpasang semua. Tapi, dari blok girder yang keempat itu jatuh kebawah mengenai girder lainnya yang sudah terpasang. Akhirnya roboh mengakibatkan satu orang meninggal dunia, dua korban mengalami luka,” ujar Rizal Martono seperti dikutip dari SuaraSurabaya.net

Korban meninggal bernama Heri Sunandar. Sedangkan yang mengalami luka patah kaki bernama Sugiono, kemudian Nurdin terluka pada punggung.

Mereka semuanya tercatat sebagai pekerja Waskita. “Untuk korban yang terluka dirawat di rumah sakit Bangil,” katanya. Selain korban jiwa dan terluka, akibat dari runtuhnya girder ada kendaraaan roda dua dan empat yang juga tertimpa.

Langkah selanjutnya, pihak kepolisian akan melakukan penjagaan sekitar lokasi kejadian karena masih dianggap berbahaya.

“Selain itu kami besok juga akan melakukan olah TKP dengan mendatangkan tim Labfor Mabes Polri cabang Polda Jawa Timur,” ujarnya. Selain itu, kata dia, polisi juga akan melakukan pemeriksaan terhadap 14 orang saksi pekerja yang saat itu berada di lokasi dan selamat dari insiden kecelakaan kerja.

“Kita juga akan minta visum sebagai tanda langkah penyidikan dan penyelidikan yang dilakukan polisi,” katanya.

 

Foto: Muhajir/Detik

Leave A Reply

Your email address will not be published.