BBTNBTS : Wisata Bromo Tengger Semeru Ditutup Sementara

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktoral Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS) memutuskan untuk menutup sementara kawasan TNBTS bagi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Penutupan sementara Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) itu dengan tujuan untuk mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) bagi masyarakat, petugas dan pengunjung atau wisatawan dan berlaku di semua jalur baik Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang.

“Penutupan sementara TNBTS dimulai sejak Kamis (19/3/2020) besok sampai dengan tanggal 31 Maret mendatang,” tulis Kepala BBTNBTS John Kenedie dalam siaran pers yang diterima redaksi, Rabu (18/3/2020).

Penutupan sementara itu dengan tujuan untuk mencegah penyebaran Virus Corona (Covid-19) bagi masyarakat, petugas dan wisatawan dan berlaku di semua jalur baik Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang.

BBTNBTS : Wisata Bromo Tengger Semeru Ditutup Sementara

BBTNBTS : Wisata Bromo Tengger Semeru Ditutup Sementara

Kumpulan Wisata Menarik di Sumenep Madura Jawa Timur

1. Wisata Pulau Gili Labak yang Beningnya Minta Ampun

Tidak berlebihan kalau banyak orang menyebut Pulau Gili Labak sebagai surganya wisata di Pulau Madura. Di sini kamu bisa menikmati hamparan pasir putih yang terbentang luas di sepanjang pulau. Ombaknya pun cukup tenang, airnya jernih, dan masih banyak pula terdapat terumbu karang yang masih alami di sini. So, kalau kamu pengin menjajal bagaimana rasanya snorkling, maka kamu tak salah jika memilih pulau ini sebagai tempat untuk melakukan kegiatan tersebut.

Untuk menuju ke lokasi, pertama-tama kamu bisa memulainya dari Terminal Bungurasih – Surabaya menuju Terminal Aryawiraraja – Sumenep. Setelah itu kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus menuju Pelabuhan Kalianget. Dari pelabuhan tersebut, kamu masih harus menyewa perahu dengan tarif yang lumayan mahal. Harganya berkisar antara Rp. 600.000,00 – Rp. 800.000,00/ perahu (maksimal untuk 15 orang).

2. Pulau Giliyang

Kepingin mencoba menikmati udara dengan Kadar Oksigen Terbaik Sedunia? Cobalah Berkunjung ke Pulau Giliyang, Madura

Ya, benar adanya kalau Pulau Giliyang dinobatkan sebagai lokasi yang memiliki kadar oksigen terbaik sedunia. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian LAPAN yang dilakukan pada Desember tahun 2011 lalu. Tapi tak hanya udaranya yang bersih, Genks. Pasir pantainya pun demikian. Masih ditambah lagi dengan ombaknya yang tenang dan keramahan warganya. Nah, kurang gimana, coba?

Karena belum adanya angkutan umum untuk menuju ke lokasi ini, kamu harus menyewa perahu nelayan dengan tarif sebesar Rp. 300.000,00 – Rp. 500.000,00/ perahu. Besar kecilnya harga tergantung bagaimana caramu menawar. Selain bisa menikmati keindahan pantainya yang bersih, kamu juga bisa melakukan kegiatan snorkling di bagian barat daya pulau ini. Karena memang letak terumbu karang yang masih alami berada di sana. So, kapan kamu mau berkunjung ke Pulau Giliyang?

3. Pulau Gili Genting

Di Pulau Gili Genting terdapat sebuah pantai yang masih alami dan bersih. Namanya Pantai Kahuripan. Untuk mencapai Pulau Gili Genting ini memang dibutuhkan waktu cukup panjang, lantaran harus menyeberangi lautan dengan menggunakan perahu motor dari Pelabuhan Pagar Batu, Bluto, atau Pelabuhan Tanjung. Serunggi, Sumenep. Setelah itu, barulah kamu bisa menuju Pantai Kahuripan yang terletak di Desa Gedugan, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Panorama pantai Kahuripan memang unik dan menakjubkan, dataran tebing agak tinggi dari laut, lantaran digaris pantai terdiri dari batu-batu karang. Embusan angin begitu kuat menerpa pepohonan di sekitar pantai, sehingga membuat kita betah berlama-lama di sini karena udaranya terasa sejuk dan damai. Eits, tapi tak hanya itu saja, Genks. Di sini kamu juga bisa menyewa perahu yang disediakan oleh warga setempat untuk bekeliling mengitari pulau ini. Keren, kan? Pastinya!

4. Pulau Sapeken.

Selain Pulau Sepanjang, terdapat sebuah pulau yang letaknya berada di ujung paling timur Kepulauan Madura. Namanya Pulau Sapeken. Untuk mencapai lokasi ini, memang dibutuhkan kesabaran ekstra serta stamina yang prima. Ya, pertama-tama kamu harus mengawali perjalananmu dari Pelabuhan Sumenep, kemudian menuju Pulau Kangean dengan menggunakan kapal ferry. Waktu tempuhnya sekitar 18 jam. Atau, kalau kamu pengin lebih cepat, kamu bisa memakai kapal express dengan waktu tempuh sekitar 4 jam perjalanan. Harga tiketnya seharga Rp. 125.000,00/ orang (untuk kelas bisnis).

Petualanganmu belum selesai, Genks! Untuk sampai ke Pulau Sapeken, kamu masih harus melanjutkan perjalananmu dengan menggunakan perahu motor yang waktu tempuhnya berkisar antara 1,5 – 2 jam perjalanan. Tapi jangan khawatir, perjalananmu tak akan melelahkan, kok. Soalnya, di sini kamu bisa melihat pemandangan yang memukau dari atas perahu. Pokoknya beda banget deh dengan keadaan kota yang penuh sesak dengan laju kendaraan bermotor. Nah, sesampainya di lokasi, kamu bisa deh muas-muasin hasrat wisatamu.

Perlu kamu ketahui, bahwa Pulau Sapeken ini menjadi salah satu pulau yang dipenuhi dengan terumbu karangnya yang memukau. Hal ini terbukti dari hasil interpretasi citra yang menunjukkan hampir 50% jumlah luasan terumbu karang di Madura dan Kangean ada di pulau ini. So, tidaklah keliru jika kamu memilih pulau ini sebagai tempat untuk ber-snorkling-ria!

5. Nikmati Teduhnya Cemara di Tepi Pantai Lombang

Salah satu pantai yang paling terkenal di Sumenep adalah Pantai Lombang. Lokasinya berjarak kira-kira 25 km ke arah timur dari pusat Kota Sumenep. Atau tepatnya berada di Kecamatan Batang-Batang, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Selain bisa menikmati deburan ombak yang cukup tenang dan pasir putih yang sangat halus, kamu pun akan disuguhi rimbunnya pohon cemara udang yang berjajar mengikuti garis bibir pantai. Untuk masuk ke kawasan pantai, kamu akan dikenai biaya retribusi sebesar Rp. 7000,00. Sedangkan biaya parkirnya berkisar antara Rp. 2000,00 – Rp. 5000,00 (tergantung kendaraan yang kamu pakai). Murah, kan?

6. Pantai Ambuten

Sesuai namanya, pantai ini terletak di Desa Ambuten Barat, Kecamatan Ambuten, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Pantai ini memiliki beberapa kelebihan, salah satunya adalah keadaan ombaknya yang cukup tenang serta bebatuan karang yang menjulang apik di tepi pantai. Keadaan pasir putihnya pun cukup bersih, sehingga akan membuatmu nyaman berlama-lama di sini. Tapi sayangnya, pantai ini belum dikelola dengan baik, sehingga masih sepi oleh pengunjung. Nah, kalau kamu berminat, kamu bisa masuk ke lokasi dengan membayar biaya retribusi seharga Rp. 7000,00 lengkap dengan biaya parkir kendaraan roda dua.

7. Boekit Tinggi Daramista: Obyek Wisata Baru di Sumenep

Obyek wisata Boekit Tinggi Daramista masih terbilang baru di Kabupaten Sumenep. Ya, kawasan ini resmi dibuka pada bulan September tahun lalu. Meskipun pembangunannya belum sepenuhnya selesai, tapi tempat ini sudah menyedot wisatawan dari berbagai daerah—baik dari dalam maupun luar Kota Sumenep. Lokasinya terletak di sebuah desa bernama Daramista. Untuk mencapainya, kamu harus menempuh perjalanan selama 30 menit dari pusat Kota Sumenep.

Setelah tiba di kawasan tersebut, kamu diwajibkan untuk membayar biaya parkir sebesar Rp. 2000,00. Setelah itu, kamu bisa melanjutkan perjalanan dengan menaiki beberapa anak tangga yang sudah tertata rapi. Nah, setibanya di puncak bukit, kamu akan disuguhi pemandangan yang memukau, lengkap dengan beberapa gubuk-gubuk kecil dan kolam-kolam yang terdapat di sekitar lokasi. Kalau malam hari, kamu juga bisa menikmati gemerlap lampu-lampu kecil yang dilekatkan di atas pepohonan. Suasana romantis yang langsung terasa begitu kamu sampai di sini. Tak hanya itu, kamu juga bisa memanfaatkan bukit ini untuk menunggu datangnya senja. Dan bila kamu mempunyai hobi fotografi, di sini juga disediakan beberapa spot yang kece. Pokoknya kamu nggak bakal nyesel kalau datang ke sini!

8. Lanjutkan Perjalananmu ke Bukit Kapur Kombang

Obyek wisata ini sebenarnya merupakan area bekas tambang yang sudah tidak digunakan lagi. Lokasinya terletak di Desa Kombang, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Dinding-dindingnya terlihat begitu artistik membentuk seperti bangunan kastil yang ada di Eropa. Ya, kamu bisa memanfaatkan area bekas tambang ini untuk berfoto bersama kekasih tercinta. Biaya masuknya cukup murah kok, yakni sebesar Rp. 2000,00/ orang. Harga tersebut sudah termasuk dengan biaya parkir kendaraan roda dua.

BanyuNget Wisata Kekinian dan Instagramable Trenggalek

Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur kini memiliki obyek wisata yang kekinian dan cocok untuk wisata keluarga. Obyek wisata berjenis ekowisata tersebut dalah BanyuNget, yang terletak di Dusun Ketro, Desa Dukuh, Kecamatan Watulimo Trenggalek.

BanyuNget merupakan sebuah wisata alam air hangat yang berada di aliran Sungai Dukuh yang dipadukan dengan wisata alah atau keindahan hutan yang dipadukan hamparan kebun durian maupun buah-buahan lainnya. Selain menyuguhkan wahana berendam air hangat, beberapa wahana lain melangkapi keberadaan ecowisata ini. Wisata hutan yang sedang didorong oleh Perum Perhutani ini tidak hanya menyuguhkan wisata alam, melainkan juga menggabungkan wisata yang fresh, fun, adventure.

Adapun, peluncuran Canopy BanyuNget ini digelar pada Sabtu (11/11/2017) oleh Wakil Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin bersama beberapa Pejabat Perum Perhutani, Forkopimda dan beberapa tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Arifin mengatakan bahwa Ecowisata alam ini tengah dikembangkan Perum Perhutani ini diharapkan mampu melengkapi keberadaan destinasi wisata yang sudah ada, sehingga banyak pilihan lain bagi wisatawan yang berkunjung.

“Tentunya pasti pemerintah akan mendukung upaya-upaya seperti ini. Contohnya di Desa Wisata Sawahan, kemarinkan jalannya masih susah dan saat ini sudah kita perbaiki dengan baik dan kami pernah menginap disini. Kami berharap keberadaan desa wisata ataupun wana wisata itu bisa menunjang wana wisata destinasi,”katanya, sebagaimana dikutip laman Humas Setda Trenggalek.

Dia berharap jika orang main ke Trenggalek, tidak hanya bisa melihat satu atau dua obyek wisata atau kita bisa eksplorasi lebih banyak. Sehingga pengunjung wisata di Trenggalek ini bisa mengeksplore banyak hal, karena banyak obyek wisata di Trenggalek.

“Sudah ada destinasi wisata seperti Goa Lawa terpanjang se-Asia terus kita punya Teluk Prigi, Peden Ciut, Rumah Apung dan yang lainnya, selain itu kita juga punya wisata-wisata pilihan lainnya bagi pengunjung. Seperti halnya Desa Wisata Sawahan ini, BanyuNget, Via Verata di Lereng Spikul,”ujarnya lagi.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Gus Ipin ini mengapresiasi Perhutani dengan terobosan branding pariwisatanya.

“Saya bangga, ternyata Perhutani punya trobosan yang sangat luar biasa di sektor pariwisata hutan. Perhutani berusaha membranding pariwisata hutan ini dengan standart yang lebih baik sehingga siapapun itu yang mengelola, baik itu masyarakat, komunitas ataupun pihak swasta mereka sudah punya standart. Perhutani menghendaki bila itu mau dikembangkan sebagai tempat wisata, ya standartnya seperti ini,” ungkapnya.

Tentunya, kata Gus Ipin lagi, ekologi atau kelestarian hutan harus menjadi entry point yang paling penting. Tentunya saya bahagia Trenggalek mempunyai kesempatan seperti ini.“Dan yang menjadi point penting bagi Perhutani tempat ini bisa menjadi pendongkrak perekonomian di Trenggalek,” jelasnya.

Pria yang juga menjadi Wakil Bupati termuda ini mengucapkan rasa terima kasihnya terhadap Perhutani yang telah mensuport Trenggalek dengan sangat luar biasa. Wabup Arifin juga memberikan tantangan kepada warga masyarakat sekitar untuk menjaga kebersihan serta ramah terhadap pengunjung, karena hanya hal itulah yang menjaga ecowisata ini semakin diminati pengunjungnya.

Baru diluncurkan ecowisata Canopy BanyuNget diserbu pengunjung, Sabtu (11/11/2017). Hari pertama diluncurkan Ecowisata Banyu Nget yang berada di Dusun Ketro, Desa Dukuh Kecamatan Watulimo ini dibanjiri pengunjung.

Tak hanya ingin menikmati sensasi air hangat di tengah-tengah sungai yang jernih, pengunjung juga bisa menikmati wahana baru Flying Cycle (sepeda meniti tali) sebelum memasuki lokasi wisata BanyuNget ini, maupun wisata outbond lainnya.

Perhutani benar-benar menjaga standarisasi ecowisata yang sedang dikembangkannya ini. Bahkan dalam slogannya Perhutani berani melabel Wisata BanyuNget ini tidak hanya sekedar wisata air hangat. Pasalnya dilokasi hutan ini juga terdapat berbagai tanaman buah buahan yang nantinya bisa melengkapi keindahan BanyuNget itu sendiri.

Ika salah satu pengunjung yang sempat mencoba Flying Cycle menyatakan sangat senang bisa berkunjung ke Banyu Nget ini. “Selain indah, wahananya juga menantang. Hal ini menjadikan saya ingin kembali lagi dilain kesempatan,” tuturnya.

Direktur Utama Perum Perhutani Denaldy M Mauna menyatakan bahwa CANOPY merupakan brand atau identitas yang akan menaungi beragam karakter wisata alam Perhutani dengan jaminan standar produk, pelayanan dan pengelolaan yang profesional dan berkualitas. Obyek wisata alam Kawah Putih di Ciwidey dan BanyuNget di Trenggalek dipilih sebagai pilot project untuk pemenuhan standar CANOPY tersebut.

“Penetapan brand untuk pengelolaan wisata alam Perhutani adalah bagian dari transformasi bisnis perusahaan tahap ke empat yaitu restrukturisasi bisnis yang terdiri dari revitalisasi existing business dan new business development. Kita ingin menghadirkan alternatif tempat liburan untuk anak-anak, supaya mereka kembali ke alam, ke hutan dengan sentuhan futuristik. Sedangkan untuk existing business yang dipertahankan maka kita lakukan rebranding ecotourism dengan CANOPY ini,”jelasnya.

Dia menambahkan bahwa meskipun kontribusi bisnis wisata Perhutani masih relatif kecil dibanding bisnis kayu dan gumrosin, pihaknya yakin rebranding ecotourism ini akan segera mendongkrak pendapatan perusahaan pada 2018 nanti. Rebranding ini juga salah satu upaya Perhutani mendukung percepatan program pengembangan pariwisata Indonesia dan Indonesia Incorporated yang memiliki target menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata dunia dengan target kunjungan 20 juta wisatawan pada tahun 2020.

“Tentunya kami akan terus bekerjasam dengan pemerintah, baik pusat maupun daerah dalam pengembangan destinasi wisata hutan, tentunya dengan standarisasi yang baik. Seperti halnya di BanyuNget ini, sebelum kita melakukan branding, pengunjungnya hanya 4 hingga 5 orang saja setiap harinya. Namun setelah kita melakukan branding ini, di hari Sabtu, Minggu atau hari libur pengunjung BanyuNget bisa mencapai lebih dari 100 pengunjung,” tambah Sangudi Mochammad,  Kadivre Perhutani Jatim .

“Diharapkan kedepan dengan pengelolaan dan konsistensi yang baik, Ecowisata BanyuNget ini maupun wisata hutan lainnya semakin diminati dan dibanjiri pengunjung,”imbuhnya lagi. (Humas Setda/MR01)

Panorama Sungai Cokel Pringkuku dari Angkasa

Setiap jengkal tanah dan air di Pacitan sepertinya merupakan petak-petak surga yang diturunkan Tuhan ke bumi. Ya, karena setiap jengkal tanah dan air tersebut memiliki daya tarik tersendiri yang patut kita syukuri dengan merawat dan melestarikannya. Salah satu tempat yang menarik adalah Sungai Cokel, yang terletak di Desa Watukarung, Kecamatan Pringkuku.

Selain memang benar-benar indah saat mengarungi sungainya, sungai ini semakin memesona jika dilihat dari angkasa dengan menggunakan pesawat drone. Pacitanku.com mengunggah foto kiriman dari salah satu warga net yang memperlihatkan keindahan panorama sungai cokel yang memesona dari angkasa.

Sungai yang membiru ditambah ratusan pohon kelapa membuat daya tarik tersendiri di sungai yang terletak berada persis di dekat Pantai Watukarung ini.

Sungai ini terletak di Desa Watu Karung, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan. Lokasinya berjarak sekitar 25 km dari pusat kota dan bisa dijangkau menggunakan kendaraan bermotor dengan memakan waktu kurang dari satu jam. Kali Cokel memiliki pemandangan yang sangat indah dengan deretan pohon kelapa di kanan-kirinya.

Ada dua cara menikmati keindahan sungai Cokel, yang pertama adalah berjalan dan menikmati keindahan kealamian sungai ini. ini bisa anda lakukan saat berkunjung ke sungai tersebut, menikmati sepoinya angin, jernihnya sungai, dan suguhan pemandangan berupa kelapa, tetumbuhan yang menghijau, dan panorama alam khas Pacitan yang berbukit.

Sementara, cara menikmati sungai Cokel yang kedua adalah berjalan diatas air. Tentu cara ini lebih sedikit membutuhkan nyali lebih, karena anda akan berjalan dan mendayung sebuah papan yang disebut Stand-Up Paddle Board (SUP). Dengan papan tersebut, anda berdiri dan mendayung, dan tentu bisa menikmati semua panorama sungai Cokel.

Stanp-Up Paddle Board ini sendiri sebenarnya adalah sebuah olahraga air yang berasal dari Hawaii, negara bagian di Amerika Serikat.

Namun jika di Hawaii, para peselancar mendayung di laut, kemudian melakukan  balapan di danau, sungai besar dan kanal, naik gelombang pecah, dan meluncur di atas jarak jauh sepanjang pantai laut. Biasanya, SUP ini sering memanfaatkan arah angin untuk membantu perjalanan.

Sungai Cokel punya pemandangan yang keindahannya boleh diadu.  Bahkan dalam beberapa foto yang diunggah di Instagram, sungai ini adalah spot favorit para bule untuk melakukan stand-up paddle board.

 

Sumber: Pacitanku

Keindahan Danau Ranu Kumbolo Gunung Semeru

Ranu Kumbolo. Terletak di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada ketinggian 2400 Mdpl, Ranu Kumbolo sering diibaratkan sebagai surganya Gunung Semeru.

 

Keindahan dan keasrian danau ini membuat siapapun akan nyaman bila berada di sana. Para pendaki yang ingin ke Gunung Semeru, biasanya akan menyempatkan diri untuk bermalam terlebih dahulu di Ranu Kumbolo sebelum keesokan harinya melanjutkan perjalanan.