Tiga PTM Masuk 10 Besar Universitas Islam Terbaik Dunia versi Unirank

Alhamdulillah sungguh menggembirakan menerima pengumuman “The 2021 uniRank: University Ranking of the Top Islamic Universities in the World”. Dari urutan sepuluh besar berhasil UMM menempati nomor satu atau teratas, disusul nomor empat UMY, dan UMS pada urutan kedelapan.

“PP Muhammadiyah menyampaikan apresiasi tinggi dan terima kasih kepada PTM, Majelis Diktilitbang, dan PWM, serta semua komponen Persyarikatan yang berkhidmat sepenuh komitmen, kesungguhan, pengorbanan, dan yang tiada henti dalam spirit tidak banyak bicara tetapi banyak bekerja,” ungkap Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir, Kamis (18/2/2021).

Menurutnya semua telah berbuat dengan cerdas, berkualitas, profesional, objektif, serta memberi manfaat strategis dan kemanfaatan besar bagi kemajuan Persyarikatan, umat, bangsa, dan kemanusiaan global.

Prof Haedar Nashir mengucapkan terima kasih pula kepada semua pihak yang selama ini telah bekerjasama dengan Muhammadiyah untuk memajukan kehidupan bangsa dan kemanusiaan semesta.

Apa yang dilakukan Perguruan Tinggi dan Amal Usaha Muhammadiyah yang diakui secara nasional dan internasional yang membanggakan itu membuktikan bahwa Muhammadiyah memberi energi positif yang unggul menebar kebaikan bagi umat, bangsa, dan dunia.

Muhammadiyah selalu berkontribusi yang konstruktif bagi kehidupan umat manusia kapan dan di manapun. “Muhammadiyah sering hadir tidak gegap gempita, tetapi selalu terpanggil berbuat nyata yang memberi maslahat bagi kehidupan bersama,” pungkas Prof Haedar Nashir. (Riz)

2021 Top Islamic Universities versi Unirank

Rank University Country
1 Universitas Muhammadiyah Malang id
2 Iran University of Science and Technology ir
3 Cairo University eg
4 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta id
5 Umm Al-Qura University sa
6 Shahid Beheshti University of Medical Sciences ir
7 Universiti Islam Antarabangsa Malaysia my
8 Universitas Muhammadiyah Surakarta id
9 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang id
10 Universitas Islam Indonesia id
11 University of the Punjab pk
12 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya id
13 Taibah University sa
14 Al-Imam Muhammad Ibn Saud Islamic University sa
15 Isfahan University of Technology ir
16 University of Isfahan ir
17 Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta id
18 The Islamic University of Gaza ps
19 Süleyman Demirel Üniversitesi tr
20 Aligarh Muslim University in
21 Isfahan University of Medical Sciences ir
22 Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau id
23 Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta id
24 Karadeniz Teknik Üniversitesi tr
25 Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati id
26 Université Cadi Ayyad ma
27 Universitas Islam Negeri Walisongo id
28 Majmaah University sa
29 Allameh Tabataba’i University ir
30 Universitas Ahmad Dahlan id
31 Jordan University of Science and Technology jo
32 Universitas Muhammadiyah Semarang id
33 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar id
34 Osmania University in
35 Universitas Islam Bandung id
36 Islamic University of Madinah sa
37 Universiti Sains Islam Malaysia my
38 Universiti Sultan Zainal Abidin my
39 Universitas Muhammadiyah Purwokerto id
40 Islamic Azad University of Mashhad ir
41 Jazan University sa
42 Kahramanmaras Sütçü Imam Üniversitesi tr
43 Zanjan University ir
44 Islamic Azad University, South Tehran ir
45 Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung id
46 Yazd University ir
47 Al-Azhar University eg
48 Universitas Islam Sultan Agung id
49 Riphah International University pk
50 Universitas Muhammadiyah Ponorogo id
51 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara id
52 Islamic Azad University Isfahan, Khorasgan Branch ir
53 Université Sidi Mohamed Ben Abdellah ma
54 Imam Khomeini International University ir
55 Islamic Azad University Central Tehran Branch ir
56 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara id
57 Universitas Muhammadiyah Metro id
58 Shahid Rajaee Teacher Training University ir
59 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo id
60 Baki Biznes Universiteti az
61 University of Baghdad iq
62 University of Engineering and Technology, Lahore pk
63 The Islamia University of Bahawalpur pk
64 Universitas Islam Negeri Ar-Raniry id
65 Mazandaran University of Medical Sciences ir
66 Al-Madinah International University my
67 The Superior College pk
68 International Islamic University, Islamabad pk
69 University of Agriculture, Faisalabad pk
70 Al-Balqa’ Applied University jo
71 Mutah university jo
72 International University of Africa sd
73 Zarqa University jo
74 University of Diyala iq
75 Sahand University of Technology ir
76 Universitas Muhammadiyah Surabaya id
77 Persian Gulf University ir
78 Universitas Islam Negeri Raden Fatah id
79 Islamic Azad University, Karaj Branch ir
80 Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka id
81 Mehran University of Engineering and Technology pk
82 Universitas Muhammadiyah Purworejo id
83 Université M’hamed Bouguerra de Boumerdès dz
84 Islamic Azad University, Tehran Medical ir
85 University of Tabuk sa
86 Islamic Azad University, Qazvin ir
87 Pir Mehr Ali Shah Arid Agriculture University pk
88 Palestine Polytechnic University ps
89 Universitas YARSI id
90 Damghan University ir
91 Universitas Muhammadiyah Jakarta id
92 Pakistan Institute of Development Economics pk
93 Imam Reza University ir
94 Universitas Islam Malang id
95 Universitas Darussalam Gontor id
96 Islamic Azad University, Tabriz ir
97 Al Mustafa International University ir
98 Universitas Muslim Indonesia id
99 Universitas Pancasila id
100 Universitas Islam Negeri Antasari id

 

Sumber Suara Muhammadiyah

Survei Litbang Kompas: Elektabilitas Golkar Merosot, Sisa 3,4%

Litbang Kompas merilis survei pada awal 2021 yang menunjukkan dinamika elektabilitas partai politik terbaru. Elektabilitas Partai Golkar merosot hingga tersisa 3,4%.

Seperti diketahui, perolehan suara Golkar di Pemilu 2019 sebesar 12,31%. Berdasarkan survei Oktober 2019 dan Agustus 2020, elektabilitas Golkar turun menjadi 7,7% dan 5,9%.

Ternyata di survei terbaru pada Januari 2021, elektabilitas Golkar tersisa 3,4%. Survei ini ditampilkan pada Harian Kompas edisi 22 Februari 2021.

Survei Litbang Kompas ini diadakan pada 27 Desember 2020-9 Januari 2021 dengan melibatkan 2.000 responden yang dipilih secara acak di 34 provinsi. Tingkat kepercayaan survei 95% dengan margin of error 2,83%.

Berikut ini hasil survei elektabilitas parpol versi Litbang Kompas pada Januari 2021:

  • PDIP: 19,7%
  • Gerindra: 9,6%
  • PKB: 5,5%
  • PKS: 5,4%
  • Demokrat: 4,6%
  • Golkar: 3,4%
  • NasDem: 1,7%
  • PAN: 0,8%
  • Perindo: 0,6%
  • PPP: 0,5%
  • Berkarya: 0,4%
  • Hanura: 0,2%
  • PSI: 0,2%
  • Garuda: 0,1%
  • PBB: 0,0%
  • PKPI: 0,0&
  • Tidak tahu/rahasia/golput: 47,3%

OJEL: Inovasi Lapangan Pekerjaan dari T.Care di Tengah Pandemi

Pandemi di Indonesia memiliki dampak terbesar pada perekonomian masyarakat termasuk di dalamnya masalah ketenagakerjaan yang menyebabkan gelombang PHK naik signifikan. Bahkan sebanyak 25 juta pekerja diprediksi terancam kehilangan pekerjaan, terutama dari sektor pekerja bebas. Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemenaker) melaporkan tenaga kerja terdampak Covid-19 sekitar 3,05 juta orang (per 2 Juni 2020) dan memperkirakan tambahan pengangguran bisa mencapai 5,23 juta (Tempo, 2020).

Melihat situasi ini, Tunasmuda Care (T.Care) meluncurkan program Ojek Jelantah atau dikenal sebagai ‘OJEL’. Harapannya dengan program Ojel ini, dapat membuka lapangan pekerjaan di tengah masalah pandemi sekaligus menjadi penggerak dalam menangani limbah jelantah, khususnya di wilayah DKI Jakarta.

“Program Ojel ini mulai dibuka pada bulan November 2020. Menariknya, respon dari masyarakat yang tertarik bergabung melambung tinggi. Ojel ini nantinya akan bertugas menjemput limbah jelantah di wilayah maupun masyarakat yang sudah tergabung dalam Program #JelantahBawaBerkah T.Care, khususnya di DKI Jakarta.” Ungkap Hendra Ikhwan selaku Direktur Tunasmuda Care (T.Care) saat dimintai keterangan (22/12).

“Saya sebelumnya bekerja sebagai driver salah satu institusi. Selama masa PSBB karena Covid, saya dirumahkan. Alhamdulillah, sekarang tergabung sebagai Ojel. Ada pemasukan buat keluarga jadinya sekaligus bisa ajak masyarakat untuk lebih memperhatikan lingkungannya” cerita Hasan, Ojel T.Care dalam agenda Launching Program Ojel.

Ojel juga bertugas untuk mengedukasi masyarakat mengenai bahaya penggunaan minyak goreng yang berulang ketika melakukan penjemputan limbah jelantah. Hal ini bertujuan agar masyarakat tergerak mengajak sesama untuk menjaga kesehatan dengan cara mendonasikan jelantah yang dimilikinya.

Launching Program Ojel dilakukan pada tanggal 22 Desember 2020 bertepatan dengan Hari Ibu Nasional yang mengangkat tema “Ibu Sang Pahlawan Lingkungan”. Peran Ibu inilah yang diapresiasi T.Care karena berdampak besar dalam menjaga lingkungan yang dimulai dari lingkup terkecilnya, yaitu keluarga (F).

Zona Oranye Surabaya Masih Perlu Kewaspadaan

Ketua Rumpun Kuratif Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur dr. Joni Wahyuhadi menyebut pewarnaan risiko di Surabaya yang kini telah berganti menjadi oranye atau daerah dengan risiko sedang masih tetap harus diwasapadai.

“Pewarnaan berdasarkan zona ini untuk memudahkan orang melihat risiko penularan, misalnya risiko sedang warna oranye, bukan berarti orang tidak bisa tertular, tentu masih bisa karena kasusnya masih ada,” katanya, Selasa (11/8/2020).

Bahkan, kata Joni, jika suatu daerah itupun zonanya sudah berwarna hijau, masyarakat masih harus tetap berhati-hati yang berarti protokol kesehatan tetap harus ditegakkan.

“Bahkan di zona hijau pun, bisa jadi ada strain (virus) yang baru aktif lebih dari dua minggu, jadi masih ada potensi penularan,” katanya.

Joni menjelaskan pewarnaan risiko setiap daerah ini sudah ditentukan Gugus Tugas pusat. Ada 15 kriteria dalam pewarnaan risiko atau zonasi tingkat risiko itu yang terbagi dalam 3 faktor besar, yakni epidemiologi, surveilans, dan pelayanan kesehatan.

“Dari sisi epidemiologi yang paling penting, misalnya yang nilainya paling banyak 10 persen itu penurunan jumlah meninggal, jadi bukan kasus kumulatifnya,” katanya.

Joni menambahkan, dalam evaluasi situasi penularan Covid-19 ini baru bisa dikatakan menurun selama 14 hari atau dua pekan.

Diketahui, zonasi risiko Kota Surabaya kini sudah berwarna oranye alias risiko sedang seperti yang muncul dalam laman covid19.go.id . Padahal Surabaya merupakan daerah dengan jumlah kasus terbesar.

Adapun berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19 Jatim, hingga 10 Agustus 2020 tercatat kumulatif sebanyak 25.262 kasus positif. Dari jumlah tersebut sebanyak 18.417 orang telah sembuh atau setara 71,86 persen, lalu sebanyak 5.213 orang masih dirawat atau 20,75 persen, serta meninggal dunia 1.894 orang atau 7,39 persen.

Tak Merasa Jual Tanah di Kawasan JIIPE, Ahli Waris Klarifikasi BPN

Puluhan ahli waris tanah dari keluarga Timan ramai-ramai mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Gresik, Senin (22/6/2020). Mereka ingin mengklarifikasi terkait tanah seluas sekitar 7 hektar di kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIP) Manyar yang diduga muncul atas nama orang lain.

Padahal selaku ahli waris mengaku belum pernah melakukan jual beli tanah itu. “Tadi sudah diklarifikasi dan belum ada kejelasan. Besok (Selasa) ada pengukuran ulang dari BPN,” kata salah satu ahli waris, Abdul Wahab.

Total luas tanah sengketa sekitar 7 hektar ini terbagi dalam tiga peta bidang. Namun anehnya, nama-nama yang tertera di antara ketiga peta bidang tanah itu bukan ahli waris. Melainkan orang lain yang tidak memiliki ikatan keluarga dengan Timan.

“Tahu-tahu (muncul) tiga nama,” lanjut warga Desa Sembayat, Manyar yang mengaku memiliki bukti petok D.

Sementara itu, Kasi Infrastruktur Pertanahan BPN Gresik, Kuntarto menjelaskan, permohonan untuk pengukuran tanah itu sudah ada dua berkas yang diajukan. Karena itu pihaknya akan melakukan pengecekan arsip terlebih dulu.

“Kita akan berkoordinasi dengan pihak desa yang mempunyai data awal, ketika pemohon mengajukan kepada kami suratnya dari kepala desa baik itu surat keterangan dibayar tanah, penguasaan maupun legalisir dari fotocopy surat tanah,” terangnya.

“Perlu kami ricek dulu untuk datang ke lokasi tersebut. Jika kedua belah pihak itu menghendaki mediasi dengan ada salah satu pemohon yang keberatan atas tanah itu, maka kedua belah pihak harus mengajukan mediasi kepada BPN. Karena kita punya mekanisme untuk itu, nanti akan ditangani oleh penanganan perkara dan masalah-masalah,” pungkasnya.

Sumber Klik Jatim