Kecelakaan Elf di Jalur Wisata Ijen, 1 Orang Meninggal Dunia

Kecelakaan terjadi di jalur wisata kawasan Ijen Banyuwangi melibatkan Isuzu Elf bernopol M 7315 A yang membawa rombongan 16 penumpang menabrak pikap L 300 bernopol P 8634 VB. Minggu (23/2/2020).

Setelah menabrak pikap, mobil Elf kemudian terguling hingga terjun ke jurang. Peristiwa itu mengakibatkan 1 orang tewas dan 12 orang lainnya luka-luka.

Korban tewas adalah Kholid Firdaus (23) penumpang mobil Elf asal Dusun/Desa Ganis, Kecamatan Pademmau, Kabupaten Pamekasan, Madura.

Kanit Laka Satlantas Polresta Banyuwangi, Iptu Ardhi Bita Kumala mengatakan peristiwa yang terjadi di Jalan Raya Licin-Kawah Ijen itu masuk Desa Tamansari, Kecamatan Licin.

“Diduga karena lalainya pengendara mobil Elf sehingga mengakibatkan kecelakaan lalulintas. Akibatnya 1 korban meninggal di TKP,” kata Iptu Ardhi.

Berdasarkan keterangan saksi, mobil pikap L 300 yang dikemudikan oleh Sa’i melaju ke arah Paltuding Ijen dan diikuti beberapa mobil lain di belakangnya. Dari arah berlawanan, melaju beberapa mobil travel secara berderet.

Karena kondisi jalan yang menurun, kata Ardhi, beberapa mobil travel yang hendak menuju Kota Banyuwangi dari Paltuding Ijen memutuskan untuk berhenti. Dengan tujuan memberi jalan kepada pengemudi mobil pikap L 300.

Namun, tiba-tiba dari arah belakang rombongan mobil travel melaju mobil Isuzu Elf yang dikemudikan oleh Andi Sahril yang membawa 16 penumpang.

“Pengakuan sopir Elf, kendaraannya mengalami rem blong. Dan saat mendahului kendaraan lain mobil Elf berbenturan dengan pikap L 300,” terangnya.

Setelah menabrak pikap L 300 itu, Isuzu Elf tetap melaju ke arah Kota Banyuwangi dengan kondisi jalan menurun.

“Kira-kira 500 meter melaju (tanpa rem) ke bawah kemudian mobil Elf terguling. Mengakibatkan 1 korban meninggal dunia dan 12 orang mengalami luka-luka,” ungkapnya.

Untuk korban tewas dan luka-luka, dievakuasi ke Puskesmas Licin dan kemudian dirujuk ke RSUD Blambangan Banyuwangi untuk mendapat perawatan medis.

“Untuk sopir pikap L 300 (Sa’i) mengalami luka lecet pada kaki kanan,” tandasnya

Geger Penemuan Mayat Terbakar di Banyuwangi

Sesosok mayat ditemukan warga di kebun Dusun Kedawung, Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (25/1/2020). Mayat itu ditemukan dalam kondisi hangus terbakar.

Hingga pukul 12.26 Wib, mayat itu belum diketahui identitasnya. Sekujur tubuhnya gosong, sehingga belum dapat dikenali.

Salah seorang warga di lokasi, Bayu menyebut, mayat itu ditemukan sekitar pukul 07.30 Wib. Mayat itu, ditemukan dalam posisi tengkurap. Bahkan, salah satu kakinya tampak hilang.

“Iya mas benar, tadi pagi ditemukan sudah dalam kondisi gosong. Tadi pas saya liat posisinya tengkurap. Bahkan kaki kirinya sudah habis terbakar, dan hanya tersisa kanan saja,” terang Bayu.

Bayu menambahkan, lokasi ditemukannya mayat tersebut tidak jauh dari rumahnya, hanya berjarak sekitar 800 meter. Warga sekitar pun geger dan beramai-ramai menuju lokasi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, di dekat mayat ditemukan sebuah helm warna pink serta sepatu wanita.

Sejumlah aparat kepolisian terlihat berjaga-jaga dan memasang police line untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Namun, polisi belum memberikan apapun terkait penemuan mayat terbakar tersebut.

BMKG Keluarkan Peingatan Cuaca Ekstrem di Banyuwangi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun kelas lll Banyuwangi Jawa Timur mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk kawasan Banyuwangi. Peringatan itu akibat dampak dari siklon tropis claudia yang berpusat di Samudera Hindia bagian Selatan yang berdekatan dengan Australia.

Dampaknya, akan berakibat cuaca ekstrem di wilayah provinsi Jawa Timur, khususnya Banyuwangi. Selain itu juga berpotensi terjadi di Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, serta Sulawesi Selatan.

“Ini akan terjadi hingga tiga hari ke depan pengaruh dari siklon claudia di Banyuwangi masih akan terasa. Siklon tersebut dapat mengakibatkan meningkatnya hujan dengan intensitas lebat, angin kencang dengan kecepatan 40 km per jam, serta gelombang tinggi yang mencapai 4 meter,” jelas Prakirawan BMKG Banyuwangi Beni Gumintar, Selasa (14/1/2020).

Selain itu, kata Beni, dampak paling dominan yang akan dialami Banyuwangi, yakni angin kencang hingga mengakibatkan pohon tumbang. Juga berpotensi tingginya gelombang di perairan wilayah selatan Banyuwangi. “Saat ini siklon tersebut terus bergerak ke arah barat daya menjauhi Indonesia, yang akan melemah dampaknya di wilayah Indonesia. Kami tetap meminta warga agar tetap waspada dengan angin kencang,” ujar Beni.

“Bagi nelayan, khususnya yang melaut di perairan Selatan Banyuwangi, diimbau untuk tidak melakukan kegiatannya saat cuaca buruk yang dapat mengakibatkan gelombang tinggi hingga 4 meter,” pungkasnya.

Sumber BeritaJatim

Kebakaran Gunung Raung Banyuwangi

Peristiwa kebakaran di jalur pendakian kembali terjadi. Pada Jumat (4/10/2019) malam, jalur pendakian Gunung Raung, Jawa Timur, terbakar. Akibat kejadian ini, sebanyak 13 pendaki dikabarkan terjebak di camp 9 dan belum bisa turun. Kebakaran di gunung terbilang sering terjadi pada 2019 ini.

 

Banyuwangi Dikunjungi 75 Ribu Turis Asing, 2,7 Juta Turis Lokal

Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi MY Bramuda mengatakan, kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik, telah melampaui target.

Hingga akhir November 2017, jumlah turis mancanegara yang berlibur di Banyuwangi tembus 75 ribu, padahal target 2016 ini sebanyak 45 ribu.

Mayoritas mereka, kata Bram, mengunjungi Gunung Ijen. Sementara jumlah wisatawan domestik mencapai 2,7 juta dari target 2,3 juta.

“Yang mancanegara sekitar 30 persennya, mengunjungi Gunung Ijen,” ungkapnya, Rabu (3/1/2018).

”Liburan akhir tahun kemarin semakin menambah daftar kunjungan wisatawan yang masuk ke Banyuwangi. Akhir Januari 2018 akan kami rekapitulasi semua,” ujar Bramuda.

Tak hanya itu, kondisi tersebut juga berpengaruh pada melonjaknya tingkat hunian penginapan di Banyuwangi.

“Tingkat okupansi hotel mencapai 95 persen. Homestay-homestay juga banyak diminati wisatawan. Tidak heran, karena memang long weekend ya, libur Natal bersamaan dengan libur anak sekolah,” pungkas Bramuda.

 

Sumber: BeritaJatim.com