Aning Rahmawati: Surabaya Perlu Lebih Ramah Lingkungan

Aning Rahmawati: Surabaya Perlu Lebih Ramah Lingkungan

Aning Rahmawati: Surabaya Perlu Lebih Ramah Lingkungan
0

 

Ada yang menarik dari penetapan anggota dan pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Kota Surabaya, Selasa (1/10) lalu. Aning Rahmawati, anggota dewan baru, didapuk menjadi Wakil Ketua Komisi C yang membidangi persoalan pembangunan.

Saat dimintai tanggapannya, Aning menyampaikan bahwa menjadi anggota Komisi C adalah penugasan partai yang mungkin disesuaikan dengan latar belakang pendidikannya. “Saya lulusan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan ITS, Jurusan Teknik Lingkungan,” ujar Aning.

Aning menambahkan, “Saya mohon do’a dan dukungan dari kawan-kawan semua, juga seluruh warga kota Surabaya, agar dapat melaksanakan tugas ini dengan baik,” kata perempuan yang juga menjabat Bendahara DPD PKS Kota Surabaya ini.

Aning juga menyampaikan beberapa pemikirannya tentang pembangunan kota Surabaya. “Ke depan, kita akan mendorong Surabaya menjadi kota yang lebih indah, lebih nyaman, dan menjadi habitat manusia yang seutuhnya,” ujar Aning.

Perempuan yang aktif sebagai pembicara seminar ini juga berharap tidak ada warga yang setiap kali hujan harus menjemur kasur karena banjir, atau anak yang gagal ujian akibat kemacetan, atau tidak dapat angkot. Atau PDAM black-out karena mungkin perencanaan pembangunan yang kurang matang.

“Environtment-friendly perlu didorong pada setiap proses pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemkot Surabaya,” kata Aning.

Perempuan berkacamata ini juga mendorong Pemkot melakukan pemerataan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di semua wilayah. Agar tidak ada kesenjangan antar wilayah di kota Surabaya.

Aning juga rupanya menaruh perhatian soal AMDAL. “Pembangunan ramah lingkungan atau environmentally-friendly, yang memperhatikan seluruh syarat dokumen pembangunan seperti AMDAL itu, tentu akan meminimalisir dampak negatif,” ungkapnya.

Ia kemudian mencontohkan adanya terminal yang mangkrak, pembangunan yang pending ditengah jalan, sebagian besarnya bisa jadi karena kelengkapan dokumen AMDAL.

Terakhir, Aning mengingatkan perlunya kematangan perencanaan pembangunan yang holistik dan terintegrasi, tidak sporadis. “Ini sangat menentukan keberlangsungan hasil pembangunan agar tidak berdampak negatif pada warga kota,” pungkas perempuan yang aktif berorganisasi ini.

Leave A Reply

Your email address will not be published.