16 Santri Pondok Pesantren Temboro Magetan Positif Covid-19

16 Santri Pondok Pesantren Temboro Magetan Positif Covid-19

16 Santri Pondok Pesantren Temboro Magetan Positif Covid-19
0

Jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 untuk Kabupaten Magetan, Sabtu (25/4/2020) alami lonjakan tajam. Jika sehari sebelumnya, tercatat 14 orang positif Covid 19 dengan 4 orang positif terbagi 3 orang warga Desa Temboro, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan dan satu pengajar Pondok Pesantren Al Fatah. Kini jadi 31, ada tambahan baru sebanyak 16 santri dari berbagai negara yang dinyatakan positif Covid-19.

Bahkan, sebelumnya sebanyak 43 satri Pondok Pesantren Al Fatah Desa Temboro asal Malaysia, setiba di Malaysia dinyatakan positif Covid 19. “Pasien baru positif Covid-19 hari ini merupakan hasil dari rapid test selama dua hari lalu, Selasa (21/4/2020) dan Rabu (22/4/2020). Dari 305 santri di rapid test diperoleh hasil 31 reaktif, lalu menjalani uji swab dinyatakan 16 santri positif Covid-19,” jelas Bupati Magetan Suprawoto, Sabtu (25/4/2020).

Terkonfirm positip kali ini semuanya tinggal di Pondok Pesantren Al Fatah Desa Temboro, Kecamatan Karas. Mereka berasal Malaysia ada 8  santri, Thailand  1, Lampung 1, Lombok 1, Kendari 1, Makasar 1, Temanggung 1  dan Magetan 2.

Mereka dinyatakan positif Covid 19, tambahnya, menjalani perawatan di Pondok Pesantren Al Fatah, dengan pendampingan ketat. Tambahan begitu besar dan hanya di satu lokasi ini menandakan kurang disiplinnya pelaksanaan imbauan pemerintah.

“Karena itulah mulai sekarang. Tidak boleh tidak, segera laksanakan imbauan pemerintah secara ketat. Laksanakan dengan disiplin phisical distancing jaga jarak phisik, stay at home tetap tinggal di rumah,tingkatkan pola hidup bersih dan sehat. Keluar masuk Pondok Pesantren Al Fatah diperketat,” ujar Suprawoto lagi.

Atur Kepulangan

Menyinggung kepulangan santri sehat, khususnya asal Malaysia, Suprawoto menjelaskan hasil koordinasi dengan Sekda Propinsi Jatim, Pemkab Magetan, Kedubes Malaysia dan Pondok Pesantren Al Fatah ada sejumlah kesepakatan.

Santri hasil rapid test dinyatakan non reaktif dipulangkan 27 April 2020 mendatang, kepulangan itu atas permintaan pemerintah Malaysia dan disetujui semua pihak. Ada koreksi setelah dilakukan pemutakhiran data antara Kedutaan Malaysia , pondok dan Imigrasi Indonesia, jumlah santri masih ada dipindok sebanyak 164 santri.

“Dari 164 santri boleh pulang sementara 156 santri, sedang yang 8 masih dilakukan isolasi dan menjalani perawatan. Disiapkan kepulangan santri tsb menggunakan 10 bus, karena satu bus hanya mengangkut 15 santri sesuai protokol kesehatan,” jelas Bupati Magetan lagi.

Lalu, kepulangan santri diagendakan Pesantren Al Fatah  27 April 2020 jam 15.00. Disepakati juga setiba di Malaysia para santri akan dilakukan isolasi oleh Pemerintah Malaysia. (ags)

Rinciannya sebagai berikut :

  • Pasien kelima belas AJ 28 th Laki laki asal Malaysia
  • Pasien keenambelas Sya 24 Th Laki laki asal Malaysia
  • Pasien ketujuhbelas MSy 23 th laki laki asal Malaysia
  • Pasien kedelapanbelas MF 24 th laki laki asal Malaysia
  • Pasien kesembilanbelas Am 22 th laki laki asal Malaysia
  • Pasien keduapuluh Amm 18 th laki laki asal Malaysia
  • Pasien keduapuluh satu As 24 th laki laki asal Malaysia
  • Pasien keduapuluh dua MM 27 th laki laki asal Malaysia
  • Pasien keduapuluh tiga  Zul 17 th asal Thailand
  • Pasien kedua puluh empat MS 20 th laki laki asal Lampung
  • Pasien keduapuluh lima AK 22 th laki laki asal lombok NTB
  • Pasien keduapuluh enam Mu 18 th laki laki adal kendari Sulawesi Tenggara
  • Pasien keduapuluh tujuh AR 24 laki laki asal Makasar Sulsel
  • Pasien keduapuluh delapan Sah 16 th laki laki asal Temanggung Jateng
  • Pasien keduapuluh sembilan Ub 16 th Laki laki asal warga kec panekan Magetan
  • Pasien ketiga puluh Muz 20 th laki laki asal warga kec Parang Magetan

Sumber DutaCo

Leave A Reply

Your email address will not be published.